Dihantam Gelombang Besar dan Abrasi
Lahan Tambak Susut 200 Hektar
Lahan tambak diwilayah pesisir utara Kabupaten Bekasi setiap tahunnya mengalami penyusutan 100 hingga 200 hektare akibat abrasi dan pengaruh cuaca.
Cikarang, SN
“Akibat gelombang besar yang berlangsung belakangan ini, banyak lahan tambak di pesisir utara digenangi air laut,” kata Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (DPPK) Kabupaten Bekasi, Agus Trihono, di Cikarang.
Berdasarkan data di DPPK, potensi lahan tambak di Kec ama t an Ta ruma j aya da n Muaragembong mencapai 10.380 hektare. Sekitar 9.600 hektare diantaranya, telah dimanfaatkan menjadi tambak oleh warga setempat.
“Potensi lahan memang tidak dioptimalkan, karena lahan yang tersisa merupakan daerah marjinal dan hutan bakau yang terus dipertahankan. Keberadaan hutan bakau sangat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan,” katanya.
Berdasarkan hasil pantauan DPPK di lokasi, lanjutnya, potensi lahan tersebut setiap tahunnya mengalami penyusutan yang diakibatkan oleh abrasi dan gelombang besar laut.
“Penyusutan diperkirakan mencapai satu hingg dua persen dari potensi lahan atau setara dengan 100 hingga 200 hektare terhitung sejak 2006 lalu,” ujarnya.
Penyusutan terbesar, tambahnya, terjadi di Desa Muarabendera dan Muarajaya, Kecamatan Muaragembong, akibat abrasi.
“Meski secara persentase tidak terlalu tinggi, namun perlu dilakukan upaya untuk mencegah agar penyusutan tidak terjadi lebih cepat. Misalnya, dengan menanam bakau sebagai penghalau abrasi,” pungkasnya. (mer)
Related Articles :
0 komentar:
Posting Komentar