SIDAK NUSANTARA, JAKARTA - Mantan rekan kerja Imam Firdaus alias IF, terduga teroris pelaku bom buku dan bom di dekat Gereja Christ Cathedral Serpong, Tangerang, tak percaya IF menjadi tersangka kegiatan teroris di Serpong. Dikenal dengan sapaan Imam, Juru Kamera Global TV ini diduga dijebak untuk mempublikasikan aksi teror di Serpong.
"Menurut sy itu murni masalah ekonomi karena dia ditawari uang yang banyak," kata rekan Imam, di Jakarta, Minggu (24/4/2011).
Di mata mantan penyiar Global TV ini, Imam yang tergolong Kamerawan senior ini kerap memberi bantuan ilmu kepada reporter. "Dia koorperatif dalam bekerjasama sebagai juru kamera, karena punya skill yang bagus," ujar BS yang mengaku pernah liputan bersama Imam.
Mabes Polri telah menetapkan IF alias Imam Firdaus, Juru Kamera Global TV sebagai tersangka yang diduga terlibat dalam aksi bom Serpong. Terduga teroris Pepi dianggap sebagai dalang aksi bom Serpong, ditengarai menawarkan IF untuk mencarikan media luar yang dapat membantu memublikasikan rencana aksi teror di hari Paskah.
SIDAK NUSANTARA Jakarta, . Sebagai langkah antisipasi, Biro Pers, Media, dan Informasi Istana Kepresidenan meminta para wartawan tidak membawa tas ransel ke dalam Kantor Presiden, Jakarta. Para wartawan Istana Kepresidenan diharuskan meninggalkan tas di ruang wartawan yang terletak di sisi kanan Istana Negara.
Terkait dengan adanya dugaan keterlibatan seorang juru kamera Global TV pada aksi terorisme di Gading Serpong, Tangerang. Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha, mengatakan, "Iya, itu mungkin langkah antisipasi saja. Namun, kan tidak kemudian menyulitkan untuk peliputan atau pekerjaan," kata Julian menjelaskan.
Julian menambahkan, pihak Istana memang memiliki prosedur tetap yang harus diikuti. Lebih lanjut, Julian mengatakan, tidak hanya aparat keamanan, tetapi juga seluruh anggota masyarakat harus lebih waspada serta saling memerhatian dan mengingatkan.
Sebelum tiba di Kantor Presiden, seorang wartawan harus melewati pemeriksaan pengamanan berlapis sebanyak tiga kali. Pemeriksaan keamanan pertama dilakukan di depan pintu masuk Kompleks Sekretariat Negara.
Setelah itu, wartawan kembali menjalani pemeriksaan keamanan di pos ruang kaca yang merupakan pintu gerbang memasuki Kompleks Istana Kepresidenan. Di pos tersebut, terdapat mesin X-ray dan metal detector. Pemeriksaan keamanan juga dilakukan langsung oleh anggota Pasukan Pengamanan Presiden.
Selanjutnya, wartawan kembali menjalani pemeriksaan keamanan melalui mesin X-ray dan metal detector di pos yang terletak di sisi kiri Istana Negara. Pemeriksaan keamanan juga dilakukan oleh anggota Pasukan Pengamanan Presiden. Setelah melewati pemeriksaan tersebut, para wartawan baru dapat masuk ke dalam Kantor Presiden. (Kom/Ims)
SIDAK NUSANTARA JAKARTA - Ferry Juan, pengacara yang ditunjuk pihak keluarga sebagai kuasa hukum, akhirnya mendapat kepastian soal penangkapan dan penahanan terduga bom buku dan bom Serpong, Imam Firdaus, setelah mendapat jawaban langsung dari pihak Densus Antiteror 88 di Gedung TNCC Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/4/2011) petang.
"Barusan kami sudah mendapatkan jawaban, bahwa benar saudara IF, telah ditangkap dan ditahan oleh Densus 88 Mabes Polri," ujar Ferry Juan seusai menemui pihak Densus 88.
Meski telah diberitahu petugas Densus 88, Ferry enggan menginformasikan tempat penahanan mantan wartawan infotaiment tersebut, karena masih proses pemeriksaan 7x24 jam, sebagaimana Undang-undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.
Dengan alasan proses pemeriksaan yang belum selesai itu, Ferry juga menyatakan kliennya belum tersangka, kendati pihak Polri telah merilis bahwa pria yang bernama asli Imam Muhamad Firdaus itu resmi tersangka.
Hasil pemeriksaan, Imam diduga ikut dalam rencana pengeboman gereka Katredal Serpong. Dia dimintai bantuan jasa oleh tersangka lainnya Pepi Firdaus untuk mencari jaringan stasiun televisi internasional untuk meliput detik-detik pengeboman rumah ibadah tesebut.
Imam diciduk di rumahnya, kawasan Jakarta Timur pada Jumat(22/4/2011). Imam menjadi tersangka ke-20 yang diciduk Densus 88, karena dugaan keterlibatan aksi terorisme.
"Soal tuduhan, itu masuk ke materi. Masih proses pemeriksaan 7 hari. Bisa saja karena tidak terbukti, bisa dilepaskan," katanya.
Terlepas dari kepentingan apapun, Ferry bersama rekannya menyatakan siap melakukan pembelaan hak-hak. Imam selaku terperiksa secara maksimal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Imam Firdaus dititipkan di tahanan Bareskrim Mabes Polri. "Kondisi di dalam tahanan sip dan bagus. Tidak kurang makanan dan minumana atau apapun. Itu kata Densus 88," ujarnya.
"Nanti setelah 7 hari, kira-kira Kamis saya akan ajak keluarganya besuk IF," imbuh Ferry.(trbn.com)
Gubernur Riau HM Rusli Zainal menargetkan penyelesaian venues Pekan Olahraga (PON) XVIII 2012 akan terjadi pada triwulan pertama 2012.
Jakarta,SN
PON XVIII akan menjadi pemanasan jelang diselenggarakannya even internasional Islamic Solidarity Games 2013 yang juga digelar di Pekanbaru.
Hal ini dikatakannya dalam Rapat Anggota Komite Olimpiade Indonesia (KOI) 2011 di Hotel Menara Peninsula, Jakarta kemaren. Menurut Rusli, ini adalah tahun terakhir penyelesaian. “Saya targetkan selesai di triwulan pertama 2012. Progres pembangunan sudah berjalan di dalam jadwal,” ungkapnya.
Disebutkannya, dari 8 venues yang dibangun untuk menyambut PON 2012, dia menegaskan sudah 86 persen selesai dibangun. Tinggal stadion utama yang pekerjaannya baru 68 persen. Semua venues untuk PON itu ditargetkan akan selesai awal 2012.
Pembangunan stadion utama sendiri diperkirakan menelan anngaran lebih Rp800 miliar yang dibangun di areal kampus Univesritas Riau (Unri). Stadion yang nantinya akan menjadi salah satu terbesar di Indonesia itu memiliki kapasitas 40 ribu kursi.
Semua biaya pembangunan venues, kampung atlet dan lainnya jelang PON 2012 akan menelan biaya hingga Rp3,9 triliun. Sumber dananya berasal dari APBN, APBD dan bantuan pihak ketiga. “Kita memang mendapatkan bantuan dari pihak ketiga, seperti perusahaan swasta dan sebagainya,” ujarnya.
Selain menjadi tuan rumah PON 2012, Riau juga ditunjuk sebagai tuan rumah Islamic Solidaity Games III pada tahun 2013 mendatang. Rusli menegaskan penyelenggaraan PON ini bisa menjadikan pemanasan bagi penyelenggarakan iven olahraga internasional itu.(Tim)
Pekanbaru,SN Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Pekanbaru mempersiapkan Danau Buatan (DB) sebagai obyek wisata terbesar di Pekanbaru.
Salah satu caranya dengan menambah fasilitas bermain anak di DB yang akan menelan biaya pembangunan sebesar Rp6 miliar.
“Dana sebesar Rp6 miliar itu kita usulkan dalam APBD Perubahan Kota Pekanbaru tahun ini,” kata Kepala Dispar Kota Pekanbaru, Destrayani Bibra, Rabu (16/3).
Selain dana Rp6 miliar, Destrayani menyebutkan, jika ada tambahan dana sebesar Rp30 miliar lagi maka keberadaan DB bisa menjadi tujuan utama wisatawan lokal maupun wisatawan luar datang ke Pekanbaru. Dari dana Rp30 miliar itu dapat dibangun fasilitas waterboom dan penataan pinggiran danau sehingga bisa seperti pantai Ancol mini.
“Bila jumlah kunjungan ke DB meningkat seiring fasilitas yang memadai, maka diharapkan bisa mendatangkan pemasukan yang besar bagi pendapatan asli daerah Pemko Pekanbaru.
Ke depan, DB yang kini masih dikelola pihak ketiga akan dikelola oleh UPTD di bawah dispar,” ujar Destrayani.(ASR)
Pekanbaru,SNProgram berseri: meningkatkan kesejahteraan dan memperioritaskan program pembangunan yang pro-publik,ujar Septina
Setelah resmi mendaftarkan ke KPUD Pekanbaru, Septina Primawati Rusli dan Erizal Muluk, Sabtu (12/3) mendeklarasikan diri menjadi pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Pekanbaru periode 2011-2016. Deklarasi pasangan yang disingkat Berseri (Bersama Septina-Erizal) ini berlangsung khidmat di tengah antusiasme masyarakat Pekanbaru yang tumpah-ruah memadati lapangan Purna MTQ.
Walaupun cuaca panas namun tak menyurutkan semangat massa untuk menyaksikan deklarasi calon wali kota yang diusung oleh lima Partai yakni Golkar, PAN, PPP, PKB dan Gerindra itu.
Prosesi deklarasi diawali dengan pembacaan pernyataan sikap dari berbagai paguyuban yang dilanjutkan dengan penyerahan keputusan tersebut kepada calon wali kota dan wakil wali kota Septina-Erizal Muluk. Muhamadun, perwakilan seluruh partai pendukung membacakan dukungan politik DPC Golkar, PAN, PPP, PKB, Gerindra, ‘’Kami bersama menyatakan sikap mendukukung dan siap memenangkan Berseri,’’ ujarnya.
Said Agil Muchksin Al-Munawar dalam orasinya mengatakan bahwa sudah saatnya wanita tidak dinomorduakan lagi. Akan tetapi nomor satu. Hal ini menurutnya dapat diwujudkan pada tahun 2011 ini, dimana di Kota Pekanbaru akan dipimpin oleh wali kota perempuan pertama.
Menurut mantan Menteri Agama RI ini, perempuan berhak memimpin dan dipimpin. Memimpin dalam hal ini, Septina terlihat bisa memimpin. Ditambah lagi dengan nilai plus dari seorang perempuan adalah keibuan. Karena seorang ibu memimpin dengan kasih sayang dan memiliki sikap tegas pada keputusannya.
Hadir dalam deklarasi tersebut H Isjoni, Azali Johan, pengurus PKB Pusat Lukman Edy, tokoh pendidikan Soemardi Taher, Pengurus DPP PAN Jon Erizal, Tokoh Golkar Ruspan Aman, pengurus DPP PPP Lukman Hakim Hasibuan, tokoh Golkar Yopi Arianto, ayahanda Septina (Ismail Suko), serta Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit MM beserta istri, R Maulida, serta keluarga Septina dan keluarga Erizal Muluk, serta tokoh masyarakat lainnya.
Septina Primawati dalam orasinya mengungkapkan tentang tekadnya untuk memberikan perhidmatan terbaik bagi meningkatkan kesejahteraan dan memperioritaskan program pembangunan yang pro-publik, untuk menjadikan Pekanbaru menjadi kota yang lebih baik di masa depan.
Calon Walikota tersebut mengharapkan dukungan yang lebih besar lagi untuk mewujudkan cita-cita bersama membangun Kota Pekanbaru lebih baik lagi. Dia juga mengucapkan apresiasinya pada Isjoni. Ke depan Berseri dengan tim Isjoni akan berpadu untuk bersama-sama memenangkan pasangan Septina-Erizal.
Salah satu syarat untuk maju pada Pemilukada Wali Kota Pekanbaru, seluruh kandidat bakal calon (Balon) diharuskan memiliki kondisi kesehatan baik jasmani dan rohani.
Untuk itu, seluruh pasangan calon diwajibkan melaksankan pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru yang dilaksanakan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Tiga tahapan pemeriksaan, mulai dari kesehatan jasmani, jiwa serta wawancara. Namun ada yang berbeda pada pemeriksaan kesehatan bakal calon wali kota kali ini. Septina Primawati menjalani satu tes tambahan yaitu tes USG.
Septina datang ke RSUD Arifin Achmad pada Senin (14/3) sekitar pukul 08.00 WIB. Beberapa tahapan kesehatan dijalankan mulai dari kesehatan jasmani yang tuntas pada pukul 11.30 WIB.
Pada saat itu, Septina yang merupakan perempuan pertama yang mencalonkan sebagai Balon Wali Kota Pekanbaru ini mendapatkan perlakuan berbeda. Dia harus menjalani Ultra Sonografi (USG) untuk memeriksa kondisi rahim atau bagian tubuh dalam khusus perempuan.
‘’Memang ada yang berbeda dari pemeriksaan kesehatan untuk saya. karena saya perempuan, saya harus menjalai tes USG,’’ terang Septina kepada SN usai menjalankan rangkaian kegiatan pemeriksaan kesehatan Senin (14/3) di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.
Usai melaksanakan tes kesehatan jasmani yang meliputi pemeriksaan laboratorium termasuk narkoba, EKG atau jantung, treadmill, telinga, hidung dan tenggorokan (THT), mata, status neurologi atau syaraf.
Selanjutnya, Septina langsung dibawa untuk tes tertulis masalah kesehatan kejiwaan di lantai tiga ruangan Super VIP. (ASR)
Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) akan dicairkan dalam pekan ini melalui rekening setiap sekolah.
Pekanbaru, SN
Dana BOS yang akan dicairkan itu merupakan dana periode satu dari Januari hingga Maret. “Kita harapakan pihak sekolah tetap bersabar. Kendati terlambat karena persoalan administrasi, namun Insya Allah, dalam pekan ini dana BOS bisa dicairkan,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pekanbaru, Yuzamri Yakub, Rabu (16/3).
Selain masalah administrasi, Yuzamri menyebutkan, sistem penyaluran baru serta sibuknya pegawai Disdik Pekanbaru mengikuti berbagai kegiatan juga menjadi penyebab keterlambatan pencairan dana BOS.
“Untuk tahun ini sekolah yang terlebih dahulu mengisi rencana kegiatan anggaran penggunaan dana BOS selama setahun. Setelah itu dana baru bisa dicairkan. Dana BOS ini sudah ada di Disdik Pekanbaru dan kini tinggal menyalurkannya ke sekolah,” ujar Yuzamri. (ASR)
Gubri menanam bibit pohon mahoni di halaman gedung main stadium PON 2012 Riau sebagai tanda pencanangan Go Green yang ditaja oleh PWI Riau bekerjasama dengan PTPN V.
Pekanbaru,SN
Pencanangan tersebut juga sebagai tanda dukungan PWI terhadap PON yang berwawasan lingkungan (Green PON) yang menjadi program Pemprov Riau dalam pelaksanaan PON Riau 2012.
“Go Green yang menjadi program PWI memang selaras dan seiring dengan Green PON yang menjadi konsep pelaksanaan PON Riau 2012. Kita mendukung penuh porgram PWI tersebut. Namun demikian, kita berharap Green PON tersebut tidak hanya dilaksanakan di venues PON saja,” terangnya.
Green PON yang menjadi konsep pelaksanaan PON Riau 2012 bukanhanya dilaksanakan oleh pemprov Riau saja. Melainkan juga dilaksanakan seluruh Riau. Terutama di lahan-lahan kosong yang tidak terurus.
Diharapkan dengan pelaksanaan Go Green-nya PWI yang seiring sejalan dengan Green PON-nya Pemprov Riauakan dapat memicu keinginan dan minat masyarakat untuk melakukan penanaman pohon yang dapat menghijaukan lahan-lahan kosong. Terutama di sekitar venues PON.
Sementara itu, Ketua PWI Riau, Denni Kurnia menyatakan bahwa Go Green merupakan salah satu kegiatan unggulan PWI untuk memperingati Hari Pers 2011. Program Go Green tersebut dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia.
“Go Green adalah program PWI Riau di skala nasional. Yaitu melakukan penanaman pohon untuk penghijauan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HPN 2011. Dan PTPN V merupakan mitra kita dalam melaksanakan program Go Green tersebut,” terang Denny Kurnia.
Sementara itu, Humas PTPN V, Oce Murat mengatakan bahwa PTPN V sangat mendukung kegiatan Go Green yang ditaja PWI. Untuk itu, di skala nasional, kita menyediakan 1 milyar bibit pohon angsana, mahoni dan matoa untuk ditanam pada program Go Green.
“PTPN V bermitra dengan PWI dalam program Go Green. Untuk skala nasional kita menyediakan 1 milyar bibit pohon angsana, matoa dan mahoni,” terangnya.(Anton)
SIDAK NUSANTARAJAKARTA - Serangan bom bunuh diri di Masjid Adz-Dzikra, Kompleks Mapolres Kota Cirebon, kemarin (15/4) diduga identik dengan bom Bali II dan bom di Hotel Ritz-Carlton pada 2009. Pelaku juga terdoktrin dengan baik, tenang, sadar, dan menarget pimpinan tertinggi di lokasi kejadian, yakni Kapolres Kota Cirebon AKBP Herukoco. Pelaku mengambil posisi terdekat dengan Kapolres.
"Serangan terhadap masjid memang bukan hal yang baru. Namun, serangan dengan metode bunuh diri di dalam masjid baru pertama. Dari bomb signature (jejak bom), rangkaian identik dengan bom Bali II dan bom Ritz-Carlton 2009. Ada paku, mur, dan baut," kata sumber Jawa Pos di kalangan kepolisian.
"Kekuatannya low explosive, tapi ditargetkan untuk membunuh. Soal low explosive itu, memang akses peledak kelompok tersebut sudah habis dan sulit," imbuhnya. Bahan pembakar tidak bersifat combustive (membakar) dengan bukti karpet masjid masih utuh. "Tidak ada black powder atau TNT. Ini lebih mirip serbuk mercon," jelasnya.
Detonator bom sabuk itu menggunakan sistem self trigger atau harus dipicu sendiri oleh pelaku. "Tidak ada ponsel yang ditemukan. Artinya, tidak bisa dipicu dari luar," ujarnya. Meski begitu, penyidik tetap yakin bahwa ada tim pemantau, minimal satu orang, yang memastikan serangan tersebut berhasil. "Itu yang juga kami kejar. Termasuk, melihat data CCTV apakah pelaku pernah survei sebelumnya atau belum," ungkapnya.
Beberapa saat setelah ledakan itu, Kapolri Jenderal Timur Pradopo langsung menuju Cirebon. Dia pun menargetkan dalang di balik bom yang mengorbankan banyak anggota polisi tersebut segera ditangkap. "Anggota harus meningkatkan pengawasan kamtibmas," katanya saat datang ke tempat kejadian kemarin.
Timur juga langsung memerintah Densus 88 Mabes Polri, Puslabfor, serta Pusat Identifikasi Sidik Jari Inafis Polri untuk bergerak. Petugas diminta mengecek data sidik jari dan mencocokkan wajah pengebom dengan database Densus 88 Mabes Polri.
Hingga pukul 22.00 tadi malam, pemeriksaan identitas itu masih berlangsung. Sebagian anggota tim penyidik Densus 88 membawa foto wajah pengebom yang diperkirakan berusia sekitar 24 tahun tersebut ke penjara-penjara teroris. Polisi mencocokkannya dengan para pentolan teroris yang sekarang masih menjalani masa hukuman.
"Dimulai dari sel Amman Abdurrahman," kata sumber Jawa Pos tadi malam. Amman Abdurrahman lebih dikenal di jaringannya sebagai Singa Tauhid. Dia pernah ditahan dalam kasus bom Cimanggis pada 2004. Setelah bebas, Amman ditangkap lagi dengan tudingan terlibat dalam pelatihan ala militer di Aceh. Pada 20 Desember 2010, PN Jakarta Barat memvonis Amman dengan hukuman penjara sembilan tahun. Amman mengajukan banding.
Mengapa Amman? Sumber itu menyebut, kelompok Amman adalah pihak yang selama ini meyakini paham masjid dhiror, yakni masjid sesat milik pemerintah atau polisi yang dianggap boleh diserang atau dihancurkan. Faksi lain berpendapat, masjid adalah tempat suci yang diharamkan untuk diserang. "Kita mulai dari sana (Amman), tapi semua juga akan kita tanya," tambahnya.
Secara terpisah, Kepala Densus 88 Mabes Polri Brigjen M. Syafii membenarkan bahwa Densus Mabes Polri memimpin penyidikan. "Ya, perintah Kapolri," katanya. Namun, mantan Kapolresta Tangerang itu menolak menyebutkan perkembangan penyidikan. "Masih dini, belum 24 jam. Perkembangannya lewat humas saja," ujarnya.
Serangan bom bunuh diri itu memakan 28 korban, termasuk Kapolresta Kota Cirebon AKBP Herukoco. Kabag Sumda Kompol Suhadi yang saat itu berdampingan dengan Kapolres juga terluka parah. Karena kondisinya kritis, dua perwira itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pertamina, Kelayan.
Menurut Kasatlantas AKP Kurnia, bom tersebut meledak saat jamaah masjid hendak menunaikan salat Jumat. "Setelah khotbah, hendak takbiratul ihram, tiba-tiba ada seseorang berjaket menerobos dari belakang ke barisan saf kedua, persis di belakang Kapolresta. Mungkin Kapolresta menjadi sasaran utama," katanya.
Kurnia yang saat kejadian berada di saf ketiga menjelaskan, pelaku menggunakan jaket hitam, celana hitam, berkopiah, berusia 20-an tahun, dan wajahnya terlihat perlente. Menurut dia, pelaku membawa sajadah. Tapi, sajadah itu tidak digelar, hanya dipegang. "Pelaku tidak menghadap kiblat saat khotbah, seperti mengawasi," ungkapnya.
Sang khatib, Abbas Sudinta, juga membenarkan bahwa pelaku berpostur tinggi dan berkulit putih. "Hampir semua jamaah masjid itu anggota polisi. Hanya beberapa yang sipil," katanya. Ketika berdiri di mimbar khotbah di depan jamaah, Abbas melihat seseorang yang bukan anggota polisi bersandar di tembok dekat pintu. "Saya sendiri sama sekali tidak menaruh curiga," ucap penyuluh agama Kemenag Kota Cirebon tersebut.
Dia menjelaskan, sepintas dirinya heran karena orang tersebut tidak menghadap kiblat, tapi ke selatan. "Awalnya saya pikir karena kondisi padat sehingga tidak bisa menghadap kiblat. Apalagi, konsentrasi jamaah di masjid bersiap menunaikan salat Jumat," beber Abbas yang juga terluka di bagian tangan.
Menurut dia, suara bom tersebut seperti ledakan petasan dalam kotak. "Tetapi, bukan petasan," lanjut dia. Setelah meledak, asap yang keluar berwarna hitam pekat. Suara dan asap itu berimbas pada telinga, hidung, serta tenggorokan. "Suara ledakannya membuat pilek dan mual-mual. Setelah meledak, para jamaah masjid berhamburan keluar. Kaca pecah, lampu di atas jatuh dan pecah," ungkapnya.
Kasatintel Polres Kota Cirebon Singgih M. yang juga menjadi korban bom bunuh diri itu menyatakan, pelaku diduga berjumlah dua orang. Seorang menggunakan motor, tetapi berhasil kabur. Insiden tersebut diperkirakan terjadi pada pukul 12.15. "Ada anggota yang sempat melihat," katanya.
Saksi lain menyebutkan, bom itu meledak tepat saat ikamah berkumandang. "Ketika sang imam mengucapkan takbir, seketika itu juga bom meledak," tegas Anton, seorang saksi. "Kejadiannya begitu cepat. Pelaku meledakkan bom dan muncul asap tebal di dalam masjid yang membuat panik," tambahnya.
Bom tersebut diperkirakan berjenis low explosive. Namun, hingga saat ini polisi belum mendeteksi motif bom bunuh diri itu. Bahkan, kejadian tersebut diduga tidak terendus intelijen sehingga pelaku lolos masuk ke mapolres dengan menerobos saf jamaah masjid.
Kasatnarkoba AKP Tri Silayanto menceritakan, sebelum meledakkan diri, pelaku terlihat tenang saat berada dalam masjid. "Awalnya saya perhatikan dia (pelaku, Red) duduk bersandar di tembok samping pintu selatan di barisan ketiga sambil mendengarkan khotbah. Namun, saat ikamah dan makmum berdiri, tiba-tiba dia maju ke baris kedua tepat di belakang Kapolres Cirebon Kota AKBP Herukoco. Saat imam mengucapkan takbir pertama, lalu ...ddduuaaarrr... bom meledak," ungkapnya.
Masih kata Tri, saat bom meledak, terlihat kepulan asap hitam dalam masjid dan terjadi kepanikan. "Setelah meledak, semua lari menyelamatkan diri. Saya lihat para korban tergeletak di lantai penuh darah, termasuk Pak Kapolres. Seketika itu saya langsung menolong Kapolres keluar masjid dan membawanya ke rumah sakit," katanya.
Para perwira seperti Kasatintel AKP Singgih, Kasatlantas AKP Kurnia, Kanit Provost Ipda Budi Hartono, dan sejumlah anggota Polres Kota Cirebon yang mengalami luka-luka juga langsung dilarikan ke RS Pelabuhan. Dr Nurjati, kepala instalasi rawat inap RS Pelabuhan, menuturkan, sebagian besar korban terluka karena terkena lempengan logam, aluminium, paku, baut, dan mur. "Kami temukan banyak benda keras yang menempel di tubuh korban. Ada 28 korban di RS Pelabuhan. Sementara itu, Kapolres dirujuk ke RS Pertamina. Lima orang menjalani rawat jalan dan 21 orang rawat inap," jelasnya.
Di bagian lain, Menko Polhukam Djoko Suyanto mengatakan, peristiwa peledakan bom di masjid Polres Cirebon mendapatkan perhatian serius Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Presiden bersama jajaran pemerintah mengutuk keras kejadian yang tidak berperikemanusiaan itu.
SBY, kata Djoko, memerintah Kapolri, kepala BNPT, kepala BIN, dan aparat terkait menemukan siapa orang-orang di balik peledakan tersebut. "Temukan jaringan pelakunya," kata Djoko dalam keterangan di kantornya kemarin.
Presiden meminta seluruh elemen masyarakat bersama-sama menanggulangi kejahatan seperti itu. Peran pemuka agama, pimpinan daerah, dan LSM juga dinilai penting. "Berikan informasi apa pun yang diterima, sekecil apa pun, kepada aparat terdekat untuk ditindaklanjuti," imbaunya. "Sungguh tidak terduga, sasaran sudah berubah kepada tempat ibadah."
Kepala BNPT Ansyad Mbaai menduga, pelaku pengeboman di polres merupakan kelompok lama. Dugaan tersebut mengemuka bila melihat kelompok yang biasa melakukan pengeboman dengan modus seperti itu. "Siapa kelompok yang biasa melakukan seperti itu. Tapi, ini baru dugaan," katanya.
Bom dengan sasaran masjid tersebut, lanjut dia, bukan yang pertama. Sebelumnya pernah ada masjid yang menjadi target, yakni Masjid Istiqlal pada 1998 dan Masjid Agung Jogjakarta (2000). "Bukan hal baru. Itu sudah menjadi MO (modus) kelompok-kelompok yang selama ini melakukan itu. Tapi, ini bukan kesimpulan akhir," ungkapnya.
Kepala BIN Sutanto mengatakan, hingga saat ini polisi masih menyelidiki siapa pelaku dan jaringan yang berada di balik bom masjid Polres Cirebon tersebut. Namun, berdasar pengalaman sejak 2000, jaringan teroris memang itu-itu saja. "Tapi, pelakunya (eksekutor, Red) yang berbeda," ujar Sutanto.
Menurut mantan Kapolri tersebut, hal itu bisa terjadi karena masih ada pemimpin-pemimpin di jaringan tersebut yang bisa memberikan pengaruh kepada rekrutan-rekrutan baru. Sutanto mengungkapkan, memang banyak di antara anggota jaringan teroris yang berhasil ditangkap atau digagalkan sebelum melakukan perbuatannya. "Dia belajar juga menghindari petugas sehingga semakin ke sini semakin hati-hati. Tingkat kesulitan semakin tinggi," paparnya.
Terkait dengan ancaman tersebut, kata Sutanto, sebenarnya dibutuhkan perangkat hukum yang lebih kuat. Aturan yang ada saat ini sulit digunakan untuk menjerat mereka yang menganjurkan kebencian atau perbuatan teror. Bahkan, setidaknya dibutuhkan dua alat bukti sebagai permulaan untuk memprosesnya.
Pernyataan itu sepertinya merujuk pada UU Intelijen yang saat ini masih dalam tahap pembahasan di DPR. Namun, Sutanto mengelak saat ditanya aturan tersebut akan sama dengan Internal Security Act (ISA) di Singapura dan Malaysia. "Tidak seperti ISA. Yang penting, rumusan undang-undang bisa mencakup kelompok yang melakukan teror, merangsang orang untuk melakukan teror," tuturnya. (rdl/fal/hns/abd/jpnn/c5/c2/c7 /c9/iro)jppn.com
Pada hari Sabtu tanggal 25 Maret 2011 Pukul 08.00–11.00 Wit telah beralangsung aksi unjukrasa Masyarakat Negeri Laha di luar area Landasan Bandara Pattimura Kota Ambon, aksi unjukrasa dilakukan terkait sengketa lahan antara TNI-AU / PT. Angkasa Pura dengan Negeri Hatu, padahal lahan yang disengketakan kedua belah pihak merupakan lahan milik Negeri Laha, jumlah massa lebih kurang 500 (lima ratus) orang yang dipimpin oleh HABID BIN TAHER, Dalam tuntutannya massa meminta agar PT Angkasa Pura segera menyelesaikan ganti rugi tanah yang ada di kawasan Bandara, massa juga memasang papan nama yang bertulisan TANAH INI MILIK NEGERI LAHA YANG BELUM DIBAYAR OLEH PT ANGKASA PURA”
Massa juga menyampaikan sikapnya sebagai berikut :
Bahwa seluruh Kawasan Bandara Pattimura adalah milik warga Laha.
Tanah ini milik Negeri Laha yang belum dibayar oleh PT Angkasa Pura.
Masyarakat/pendemo meminta kepada pihak PT Angkasa Pura untuk segera menyelesaikan sengketa/membayar Tanah ini terhadap masyarakat Negeri Laha.
Seandainya tanah ini tidak diselesaikan oleh pihak Angkasa Pura maka kami atas nama masyarakat Negri Laha akan menurunkan massa yang lebih besar lagi dan kami sebagai tokoh masyarakat tidak akan bisa menjamin apakah demo selanjutnya damai atau demo aksi dengan kekerasan.
Pada dasarnya kami masyarakat tidak banyak menuntut kepada pihak Angkasa Pura, yang jelas mari kita duduk bersama dan bayarkan tanah yang sudah dikuasai pihak Angkasa Pura selama ini. (Dika
Usia dini merupakan usia emas perkembangan anak tidak boleh di sia - siakan karena pada usia tersebut terdapat kempatan yang luar biasa untuk mengembangkan semua potensi anak.
Padang, SN
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pilar utama dalam keseluruhan proses pendidikan panjang yang berkesinambungan yang di mulai dari anak usia dini, bahkan dari anak dalam kandungan.
Maka tak heran pada saat ini pemerintah sangat mendukung program pendidikan anak usia dini (PAUD).
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Harapan Bangsa yang berdiri pada tanggal 12 Juli 2010 terletak di Kelurahan Koto Lua Kecamatan Pauh Kota Padang, yang di kelola oleh PKK Kecamatan Pauh.
Hal Tersebut di ungkapkan oleh Febriyanti pengelola PAUD kecamatan Pauh pada SN kamis tanggal 15/3 di kantor Camat Pauh usai melaksankan acara senam massal.
PAUD Harapan Bangsa ini terus mengembangkan sayap nya dengan menumbuh kembangkan kretifitas anak usia dini,mejalin hubungan silaturahmi sesama PAUD yang ada di Kota Padang bahkan tidak tertutup kemungkinan sesama PAUD yang ada di Sumbar,uja Yenti.
Memeriah kan hari besar Islam, salah satunya memperingati hari Maulid Nabi SAW dengan melaksanakan senam masall, dipilihnya senam massal karena biasanya di dalam tubuh yang sehat terdapat otak yang cerdas, ungkap Yanti .
Kami di Paud sudah mempunyai program kerja , setahun 4 kali, ini sudah acara yang kedua, pertama dulu acara lomba mewarnai.
Dimana anak anak di berikan hadiah, kalau senam missal yang baru diadakan diikuti oleh 15 PAUD dari 18 PAUD yang ada di kecamatan Pauh, Jelas Yanti . acara ini kita adakan supaya anak anak dalam mengikuti PBM juga merasa enjoy, kata Yanti.
PAUD tebagi dua :PAUD terintegrasi, yang di maksud terintegrasi adalah PAUD yang ada Bina Keluarga Balita (BKB) di bawah naungan PKK kelurahan. PAUD yayasan / murni yaitu PAUD yang didirikan oleh yayasan.
Memeriah kan hari besar Islam yang berlatar belakang undang-undang1945 yang mengamanatkan agar perintah mengusahakan dan menyelengarakan suatu pendidikan Nasional yang meningkat kan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang dapat melahirkan akhlak mulai dalam mencerdaskan kehidupan bangsa yang di atur dalam undang undang nomor dua puluh tahun 2003 tentang pendidikan Nasional bahwa pendidikan anak usai dini (PAUD) suatu upaya pembinaan yang di tunjukkan kepada anak sejak lahir sampai usia 6 tahun jelas Yanti. (wati)
Ada beberapa kelurahan yang ada di kecamatan Pauh positif terjangkit flu burung, karena ada puluhan ekor ayam mati mendadak, semenjak hebohnya penyakit yang disebabkan oleh virus avian influensa (H5N1)beberapa waktu lalu.
Padang, SN
Total ayam yang mati di empat kelurahan tersebut diperkirakan 50 ekor lebih ujar Syarkawi UPTD Disperhut pada hari Senin 18/3 di ruangan kerjanya.
Ada beberapa yang tidak melaporkan ayam mereka yang mati mendadak. Kelurahan yang positif terjangkit flu burung adalah kelurahan Cupak Tangah atas nama Ernita Rais di RT 3 RW IV jumlah ayam yang mati sembilan ekor dan yang sudah dimusnakan sebanyak enam ekor dengan cara di bakar, atas nama Afrida ayam yang mati sebanyak lima belas ekor.
Di kelurahan Koto Lua RT 1 RW 1 atas nama Babai ayam dewasa yang yang mati sebanyak enam ekor ayam dan 20 ekor ayam umur dua bulan. Kelurahan Piasang di RT 22 RW 5 ayam yang mati 2 ekor atas nama Muitanal, di RT 17RW5 Parak Luek atas nama Sabirin ayam yang mati sebanyak 2 ekor, itik 4 ekor, di RT 19 RW 2 Lubuk Gajah, ayam yang mati 10 ekor atas nama Yuhelmi, ujar Syarkawi.
Lebih lanjut Syarkawi mengata kan,”pencegahan yang di lakuakn atas ayam ayam yang belum terjangkit flu burung adalah dengan memberikan vaksinasi flu burung, dengan cara membersihkan kandang dan kotoran serta memasukkan cahaya ke dalam kandang.
Bantuan yang sudah di berikan dalam pencegahan bagi ayam ayam yang masih tertinggal adalah JLULOSEN,ujar Syarkawi. Syarkawi juga menghimbau pada masyarakat , untuk menjga kebersihan kandang ayam dengan membersihkan kotoran ayam dan memasukan cahaya kedalam kandang, jangan membeli ayam sakit dan di bawa kerumah, akhir Sarkawi. (Wati)
Lima Puluh Kota - Dalam pemaparan kepada wartawan, Alis Marajo mengatakan, sebagai birokrat yang pernah menjadi bupati pada periode 2000-2005, hatinya kembali terpanggil untuk memberikan andil yang lebih besar dalam mempercepat pembangunan ditanah kelahirannya ini.
Alis Marajo mengatakan, kepemimpinan pada puncak struktur pemerintahan di Kabupaten Lima Puluh Kota, dipandang sebagai peluang untuk mengoptimalkan implementasi dari berbagai gagasan yang terbengkalai telah lama dimatangkan. Berbekal pengalaman masa lalu, membuat dirinya lebih paham akan masalah Lima Puluh Kota, baik tantangan maupun peluangnya dimasa kini maupun dimasa mendatang. Oleh karena itu, dengan terpilihnya menjadi Bupati, ia dapat langsung bekerja, karena permasalahan yang dihadapi masyarakat harus segera diselesaikan.
Dengan mendengarkan aspirasi rakyat, Alis Marajo-Asyirwan Yunus menyusun visi dan misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2011-2015,“ Terwujudnya Kebersamaan, Kemakmuran dan Kesejahteraan dalam nuasa adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia “
Ada enam Misi yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan Visi tersebut, yakni : (1).Terwujudnya lingkungan sosial yang Smart, (2). Terwujudnya masyarakat yang cinta pendidikan, (3). Terciptanya kedinamisan gerak pembangunan sektor agraris, (4). Terwujudnya Pembangunan Insfrastruktur, (5). Terwujudnya Nagari yang berbasis Adat dan Syarak, dan (6) Terwujudnya masyarakat yang demokratis, menghargai HAM, penegakan hukum, serta berkeadilan dengan pengamalan Pancasila sebagai Idiologi Negara .
Disisi lain Alis Marajo juga menyoroti permasalahan Pembangunan Lima Puluh Kota, terutama masalah kepemimpinan. Kabupaten Lima Puluh Kota ini mermbutuhkan sosok figure yang populis memiliki integritas moral, hal ini perlu ditunjang oleh kultur budaya dari birokrat yang customer service atau mempunyai sikap dan berbudaya pelayanan bukan birokrat yang meminta untuk dilayani oleh masyarakat.
Menurutnya kemakmuran masyarakat Lima Puluh Kota dapat diwujudkan dengan tidak berpangku tangan, tetapi melalui kerja keras dan bagaimana pendapatan masyarakat berlebih dari kebutuhannya. “ sekarang ada tiga fokus perhatian kita, yaitu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi pengangguran terbuka, dan mengurangi kemiskinan karena pendapatan perkapita yang masih rendah yang diikuti tingkat konsumsi yang masih tinggi,” tandas Alis Marajo.
Lalu bagaimana upaya Alis Marajo-Asyirwan Yunus (AA) membangun Lima Puluh Kota yang sehat,cerdas dan sejahtera ?. Apa saja agenda kerjanya yang akan diusungnya sebagai prioritas ?. Berikut wawancara dengan Bupati Lima Puluh kota terpilih Dr.Alis Marajo Dt.Sori Marajo dalam berbagai kesempatan yang diturunkan dalam bentuk Tanya jawab.
Sejak dilantik menjadi Bupati Lima Puluh Kota 11 Nopember lalu, apa yang telah berhasil bapak lakukan?
Berbicara terhadap keberhasilan, jawabannya belum ada, karena baru sebatas membenahi regulasi , karena tidak semua bentuk gagasan dan ide dari bupati dapat dijadikan kebijakan, dan dilaksanakan dalam bentuk program dan kegiatan dengan memakai dana APBD, maupun APBN.
Pada setiap SKPD yang didatangginya diharapkan mempelajari semua tupoksi yang berhubungan dengan kegiatan di SKPD nya dan harus mampu bersama jajarannya menjabarkannya kedalam peraturan bupati yang berhubungan dengan urusan yang menjadi kewenangan SKPD yang dipimpinnya supaya tidak terjadi insubordinatie atau ketidak patuhan terhadap atasan karena menjalankan kegiatan tanpa aturan, dan setiap perangkat daerah jangan sok berlagak sebagai pegawai pusat yang hafal Undang-undang dan berbagai Peraturan Pemerintah dalam menjalankan Tupoksinya sebelum dibuatkan dijabarkan dalam bentuk peraturan daerah ataupun peraturan bupati .
Penyelenggaraan pemerintahan adalah memberikan pelayanan prima kepada seluruh stakeholder dimana pelayanan kepada aparatur perlu kebijakan dan pelayan terhadap publik perlu juga kebijakan dan begitu pula kegiatan yang bersumber pada tugas pembantuan dan dekonsentrasi perlu dibuatkan MoU (memorandum of understanding) agar tidak salah langkah dalam melaksanakan kegiatan sehingga perlu terlebih dahulu dibuat payung hukumnya dalam bentuk paraturan daerah maupun peraturan bupati.
Setiap pejabat dituntut juga untuk mampu menelaah dan melakukan kritisi kepada Bupati apabila ide dan gagasannya yang belum dijabarkan dalam bentuk peraturan bupati sudah disuruh untuk dilaksanakan, dan kepada penjabat jangan bersikap menerima saja/ subjektifitas pemaknaan (bisa) sehingga menimbulkaan kooptasi dalam pelaksanaan good governance.
Berangkat dari hal tersebut, untuk lima tahun ke depan, Bupati Alis Marajo menegaskan bahwa pelaksanaan ketata pemerintahan yang baik, tidak lagi berdasarkan retorika, like and dislike melainkan harus dilengkapi dengan regulasi yang jelas/transparan, tepat sasaran sehingga dapat dievaluasi dan dipertanggung jawaban kepada masyarakat. Dengan demikian tidak akan terjadi suatu kegiatan ditengah masyarakat yang tidak memiliki dasar hukum sehingga sumberdaya yang digunakan dapat bermanfaat maksimal, lepas dari jeratan hukum dan betul-betul untuk kepentingan pembangunan dan pelayan kepada masyarakat .
Bapak telah dipercaya dan dipilih masyarakat secara langsung untuk memimpin Lima Puluh Kota untuk 5 tahun kedepan, bagaimana bapak mengemban kepercayaan rakyat tersebut ?
Yang namanya amanah harus saya laksanakan dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan Lima Puluh Kota kedepan. Pembangunan yang saya lakukan adalah untuk menjawab lima permasalahan, yang selama ini menyelimuti Kabupaten Lima Puluh Kota. Yang pertama bagaimana pelayanan masyarakat lebih baik. Artinya pelayanan kepada masyarakat harus lebih ditekankan melalui birokrasi yang customer service atau mempunyai sikap dan berbudaya pelayanan bukan birokrat yang memintak untuk dilayani oleh masyarakat.
Yang kedua adalah pemerataan pembangunan diseluruh nagari sehingga masyarakat akan terlepas dari belenggu terisolir melalui upaya-upaya membuka dan memelihara jalan-jalan utama yang menghubungkan antar kecamatan dan nagari, memperbanyak dan membuka jalan-jalan usaha tani untuk memperlancar pengangkutan produksi pertanian dan industri kecil. Serta memperluas jaringan telepon dan internet,listrik, guna memudahkan anak nagari berkomunikasi dan mengakses informasi.
Yang ketiga, meningkatkan pembangunan kemasyarakatan di kenagarian melalui kegiatan “Babaliak Banagari “(Kembali ke Negeri) dengan memfungsikan pimpinan informal di dalam masyarakat seperti : Niniak mamak pemangku adat, Alim Ulama, Cerdik Pandai, pemuda dan Bundo Kanduang di dalam nagari.
Yang keempat yakni, peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM) baik itu pendidikan, agama,kesehatan, ketenaga-kerjaan maupun aparatur, harus bisa kita laksanakan dengan baik. Peningkatan kualitas pendidikan umum yang berorientasi akademik skill dan Life skill . Dan mengupayakan kemudahan-kemudahan bagi masyarakat, antara lain penyediaan sarana dan prasarana pendidikan, melaksanakan dengan konsekwen program wajib belajar 9 tahun (gratis), penyediaan bea siswa bagi yang berprestasi sampai ke Perguruan Tinggi bermutu dan juga keluar negeri.
Yang kelima memotifasi dan memfasilitasi usaha-usaha ekonomi produk anak nagari, dengan meningkatkan nilai tambah hasilpertanian melalui penerapan teknologi dan industrialisasi yang berorientasi pasar dengan penerapan standar mutu dan sertifikasi produk.
Dari visi, misi dan program serta janji-janji yang pernah bapak sampaikan dalam kampanye kemarin, yang mana yang direalisasikan terlebih dahulu ?
Semuanya akan saya laksanakan, dengan berpedoman pada trisukses pembangunan. Yakni pertama adalah sukses pembangunan infrastruktur. Misalnya jalan, jembatan, irigasi, jalan usahatani, semuanya akan kita laksanakan sesuai dengan yang telah direncanakan dengan dituangkan dalam bentuk rencana pembangunan jangka menegah daerah (RPJMD).
Kemudian trisukses kedua adalah masalah kesehatan dan pendidikan, bagi saya masalah kesehatan dan pendidikan harus menjadi prioritas. Kita menginginkan terciptanya masyarakat Lima Puluh Kota yang sehat, cerdas dan sejahtera.
Lantas trisukses yang ketiga adalah mendukung program propinsi yang kita sesuaikan dengan karakteristik daerah yakni, sukses terlaksananya pembangunan pertanian dalam arti luas seperti : Tanaman Pangan, Perkebunan, Peternakan, Perikanan dan kehutanan sehingga mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.
Yang telah dilakukan adalah pengantian pejabat eselon III dan IV dan Apakah bapak sudah mengantongi nama-nama pejabat eselon II yang akan membantu bapak dalam menjalan visi-misi ?
(Alis Marajo tertawa). Lihat saja nanti. Yang pasti, saya tentu akan memilih orang-orang yang memang professional dan kompetensi. Saya tidak akan mengandalkan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) semata. Tapi akan ada pihak lain yang akan menguji kemampuan bagi mereka yang akan menduduki jabatan tertentu. Sebab salah satu pertimbangan dalam penempatan pejabat adalah loyalitas dan integritas.
Apa yang akan berubah dalam diri bapak, setelah dua kali dipercaya menjadi Bupati Lima Puluh Kota ?
Tidak, tidak akan ada yang berubah pada diri saya. Sejak dulu ,saya memang begini saja. Bagi saya jabatan adalah amanah, milik rakyat yang harus dilaksanakan sebaik-baiknya untuk kemaslahan rakyat. Rumah Dinas di Labuah Silang terbuka bagi rakyat kapan saja rakyat membutuhkan pintu selalu terbuka lebar siang malam.
Untuk mempercepat gerak pembangunan di Kabupaten Lima Puluh Kota dalam rentang waktu (2011-2015) diperlukan gerakkan pembangunan yang bertumpu pada semangat kebersamaan antara seluruh komponen masyarakat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terarah terpadu dengan pengembangan swadaya gotong royong masyarakat yang diarahkan pada peningkatan peran aktif masyarakat dalam pembangunan. Hal ini telah tertuang dalam Peraturan Bupati Nomor 1 Tahun 2011 tentang pedoman umum pelaksanaan kegiatan Gerakan pembangunan gotong royong (gerbang gor).
Semangat Gotong Royong Dalam Pembangunan
Bupati Lima Puluh Kota Alis Marajo, saat mencanangkan Gerakan Pembangunan Gotong Royong (Gerbang Gor) di Nagari Baruah Gunuang Kecamatan Bukik Barisan beberapa minggu lalu, mengatakan nilai-nilai gotong royong melalui peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan yang beberapa tahun terakhir sudah mulai dilupakan dan untuk itu pelestarian kegiatan ini perlu dilaksanakan melalui kegiatan gerakan pembangunan gotong royong (gerbang gor) dengan mengikutkan sertakan seluruh komponen masyarakat, yang merupakan implementasi terhadap upaya pemeliharaan dan pengembangan semangat kegotong-royongan masyarakat dalam pembangunan nagari.
“ Tujuan Gerbang Gor adalah Peningkatan partisipasi masyarakat secara aktif dalam membangun yang diawali dari proses perencanaan, pelaksanaan, pengembangan serta hasil-hasil pembangunan sehingga melalui semangat gotong royong dapat memecahkan permasalahan disetiap nagari (problem solving) dan juga mendekatkan pemimpin dengan masyarakat sehingga mampu menyelesaikan setiap kebutuhan masyarakat yang seyogyanya apabila segera di selesaikan dapat meningkatkankan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat “ ujar Alis Marajo.
Pelaksanaan Gerbang Gor merupakan upaya membangun Nagari bersama Pemerintah Daerah dan Masyarakat disetiap nagari di Kabupaten Lima Puluh Kota yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat dan lembaga kemasyarakatan, Tim Penggerak PKK, Karang Taruna, Pramuka, parik paga nagari, jorong dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat.
Disamping lembaga di atas keterlibatan seluruh Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kecamatan terkait sebagai bentuk perwujudan kepedulian Pemerintah Daerah dalam Pembangunan.
“pembiyaan pelaksanaan gerbang gor dapat bersumber dari APBN Nagari, APBD Kabupaten melalui Dana Alokasi Khusus Nagari , dana yang ada di SKPD , swadaya masyarakat , bantuan perantau dan sumbangan lain yang tidak mengikat apabila kita himpun memberikan dampak positif terhadap volume kegiatan, pelaksanaanya pelaksanaannya Camat bersama Wali Nagari menentukan lokasi gotong royong dan melaporkannya selambat-lambatnya 1 (satu) minggu sebelum pelaksanaannya “ ujar Alis Marajo.
Penetapan Lokasi Gotong Royong dalam Gerbang Gor berkaitan khusus pada kegiatan; pembangunan dan pemeliharaan prasarana lingkungan (jalan lingkungan, jembatan desa, draenase, prasarana persampahan dan prasarana lingkungan ), pembangunan dan pemeliharaan air bersih, Pembersihan dan penyehatan lingkungan pemukiman, konservasi, rehabilitasi dan reboisasi lahan kritis, dan kegiatan lainnya yang berkaitan dengan bidang lingkungan, pemukiman dan obyek pariwisata “ terang Alis Marajo.
REGULATOR CENTER
Memasuki hari ke-120 sejak dilantiknya duet dr.Alis Marajo Dt.Sori Marajo dengan Drs.Asyirwan Yunus dengan visinya “ Terwujudnya semangat kebersamaan, Kemakmuran dan Kesejahteraan dalam nuasa adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) “ baru membenahi regulasi supaya dalam pelaksanaan kegiatan di tahun 2011 tidak salah langkah.
Bupati Lima Puluh Kota dr.Alis Marajo Dt.Sori Marajo mengatakan bahwa dalam pelaksanaan otonomi daerah yang ingin dicapai melalui kebijakan Desentralisasi atau penyerahan kewenangan oleh pemerintah ada dua tujuan. Pertama adalah tujuan politis; bagaimana dengan menerapkan kebijakan desentralisasi Pemerintah suatu negara ingin memanfaatkan Pemerintah Daerah (Pemda) sebagai instrument pendidikan politik di tingkat lokal dan secara akumulatif akan mendukung pendidikan politik nasional untuk mewujudkan masyarakat madani (civil society). Tujuan kedua adalah tujuan kesejahteraan. Bagaimana Pemerintah melalui kebijakan desentralisasi berupaya menjadikan Pemda sebagai instrument untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat yang secara agregat akan berkontribusi terhadap kesejahteraan bangsa.
“ Salah satu Elemen dasar yang membentuk Pemerintahan Daerah adalah ”pelayanan publik”. Hasil akhir dari pemerintahan daerah adalah tersedianya ”goods and services” yang dibutuhkan masyarakat. Secara lebih detail goods and services tersebut dapat dibagi dalam dua klasifikasi sesuai dengan hasil akhir (end products) yang dihasilkan Pemerintahan Daerah. Pertama Pemerintahan Daerah menghasilkan public goods yaitu barang-barang (goods) untuk kepentingan masyarakat lokal seperti jalan, jembatan, irigasi, gedung sekolah, pasar, terminal, rumah sakit dan sebagainya yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kedua, Pemda menghasilkan pelayanan yang bersifat pengaturan publik (public regulations) seperti menerbitkan Akte Kelahiran, KTP, KK, IMB, HO, dan sebagainya. Pada dasarnya pengaturan publik dimaksudkan untuk menciptakan k e t e n t r a m a n dan kete r t i b a n (law and o r d e r ) d a l a m masyarakat “ ujar alis Marajo.
Kemudian dari pada itu defenisi memerintah adalah melayani publik dan aparatur dengan aturan, dan seandainya kita punya gagasan dan punya ide maka kita buatkan aturannya terlebih dahulu, inilah yang disebutkan dengan fungsi pelayanan bagi kita yang melaksanakan pemerintah” Ujar Alis Marajo
Aturan tersebut adalah berupa kebijakan, Kebijakan bupati adalah Peraturan Bupati dan kebijakan daerah adalah Peraturan Daerah. Oleh karena itu tidak ada kegiatan yang tidak mempunyai dasar hukum atau aturan. Dan apabila ada kegiatan yang tidak mempunyai aturan maka itu namanya insubordinasi dalam pelaksanaannya.
Bagian Hukum Telurkan 35 Peraturan Bupati
Kepala Bagian Hukum Setda Lima Puluh Kota M.Darmawijaya. SH mengemukakan, saat ini secara kuantitas telah masuk 40 rancangan peraturan bupati kepada Bagian Hukum yang merupakan regulator center dan telah berhasil diselesaikan sejumlah 35 Peraturan Bupati selama rentang pemerintahan Bupati dr.Alis Marajo sejak dilantik 11 Nopember tahun 2010 artinya 1 peraturan bupati selesai dalam 3 hari kerja“ ujar Darmawijaya.
Ditambahkan Darmawijaya, dalam pembuatan perataturan setiap rancangan perbub yang masuk dikaji oleh tim apakah sifatnya mengatur, maka pasal-pasal yang ada dalam aturan tersebut satu sama lainnya harus saling berkaitan dan mengandung unsur regeling (pengaturan/pedoman) dan tidak berbentuk statemen (pernyataan) ataupun petunjuk, kalau yang diatur itu merupakan petunjuk misalnya petujuk pelaksanaan (juklak), petunjuk teknis (juknis) maka didalam peraturan perundangan tersebut yang diatur adalah masalah pokok, sedangkan materi petunjuk pelaksanaan/teknis dimuat dalam lampiran.(Anthon)